Hj. Antik Budi Sulistyono, S.H. : Usia Emas Itu Sejak Dalam Kandungan
![]() |
| Hj. Antik Budi Sulistyono, S.H. memberikan sambutan dan membuka Seminar Parenting Skill DPD LDII Kab. Ngawi |
NGAWI/LDII. DPD LDII Kabupaten Ngawi pada tanggal 16 Oktober 2019 di
Gedung Kesenian Kabupaten Ngawi menyelenggarakan Seminar Parenting Skill yang
diikuti oleh 250 peserta.
Dalam kesempatan itu Hj. Antik Budi Sulistyono, S.H. selaku Bunda
PAUD sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngawi berkenan membuka acara
tersebut.
Dihadapan 250 peserta seminar dari ibu-ibu warga LDII yang bertema “MENJADI
TEMAN ANAK ERA DIGITAL” beliau menyampaikan beberapa hal mengenai pendidikan anak.
Pendidikan anak-anak pada jaman dulu dengan sekarang sudah berbeda. Kalua
jaman dulu dengan banyak anak, mendidik anak secara naluri sudah bisa terselesaikan.
Tetapi ibu-ibu jaman sekarang, jaman now dalam mendidik anak-anak harus dengan
naluri dan harus dibarengi dengan ilmu, itu yang terpenting.
"Ibu-ibu yang masih mempunyai putra paling tidak usia balita jangan
sampai meninggalkan masa emas dari anak-anak ini", pesannya.
Masa emas sebetulnya sudah dimulai dari ketika masih berada dalam
kandungan. Seribu hari pertama masa kehidupan sampai dengan usia dua tahun
janin itu dalam masa – masa emas. Itu yang perlu sekali kita dampingi dimana
masa perkembangan pertumbuhan otak sudah
berjalan. Sampai ketika anak tersebut telah lahir pertumbuhan otak sudah
mencapai 50 persen. Jadi selama dalam kandungan ibu harus memberikan asupan
gizi yang terbaik. Kemudian anak berumur satu tahun sudah 60 persen pertumbuhan
otaknya dan anak berumur dua tahun itu sudah 80 persen, jadi masa – masa emas
anak ini jangan sampai terlewatkan. Pada saat anak berumur 5 tahun sudah 89
persen pertumbuhan otaknya.
Ibu-ibu memegang peran penting didalam rumah tangga, anak-anak
mendapatklan 70 persen sentuhan dari ibunya sedangkan sisanya dari bapaknya. Kalua
bisa dikatakan pengendali roda kehidupan dalam rumah tangga adalah ibu.
Selanjutnya materi seminar parenting skill tersebut disampaikan oleh
Ustadzah Khomsa Mutiara Murni Sovia Sahid, M.Psi, psikolog dan Ustadzah Dr. drh
Hj. Hani Plumeriastuti, M.Kes.

No comments